Kategori
Bulutangkis

Kandas Di Semi Final, Indonesia Tak Menyisakan Wakil Di Final Malaysia Masters 2020

Oleh: Citra Septi Wulandari | 12.30 WIB

Foto: PBSI

CMedia SPORT – Empat wakil Indonesia dari sektor ganda putri, ganda campuran, dan 2 pasangan ganda putra telah kandas di babak semi final. Dengan ini kekalahan ini, Indonesia tak menyisakan wakil di babak final Malaysia Masters 2020 dan gagal membawa pulang juara di turnamen pertama super 500 tahun 2020.

Empat wakil yang berhasil lolos ke babak semi final yakni Greysia Polii/Apriani Rahayu, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pertandingan pertama wakil Indonesia yaitu dari sektor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu melawan pasangan asal Tiongkok, Li Wenmei/Zheng Yu. Kedua yaitu dari sektor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja melawan Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Lalu pertandingan ketiga pasangan unggulan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melawan Li Junhui/Liu Yuchen dan pertandingan terakhir yang menjadi harapan dari ganda putra yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan pasangan Korea, Lee Yong Dae/Kim Gi Jung.

Greysia/Apriyani harus memaksa pasangan muda Tiongkok bermain rubber game. Di gim pertama pasangan Indonesia cukup unggul dari lawan, namun Li/Zheng berhasil mengejar angka dan mampu membalikkan keunggulan. Gim pertama dimenangkan oleh pasangan Tiongkok, Li/Zheng, dengan skor 21-19. Pada gim kedua Greysia/Apri sempat tertinggal di awal permainan, namun berhasil menyamakan kedudukan. Kedua pasangan bermain sengit, drama kejar mengejar angka terjadi. Sempat unggul di poin-poin menuju kemenangan, hal ini tidak disia-siakan oleh pasangan Indonesia dan akhirnya Indonesia merebut kemenangan di gim kedua dengan skor 21-18.

Gim penentuan kemenangan kembali terjadi saling mengejar angka, pasangan Indonesia tertinggal 4 poin namun pasangan Tiongkok banyak melakukan kesalahan dan Greysia/Apri menampilkan permainan terbaiknya sehingga dapat mengejar angka dan menyamakan kedudukan. Pasangan Tiongkok, Li/Zheng, bermain dengan pukulan-pukulan smash keras di depan net. Sehingga menyulitkan pemain Indonesia. Di poin-poin kritis, Greysia melakukan kesalahan dan kemenangan diberikan oleh Li/Zheng dengan skor tipis 21-19.

Hafiz/Gloria harus mengakui keunggulan ganda campuran nomor satu dunia asal Tiongkok, Zheng/Huang. Bermain apik di awal permainan, namun Hafiz/Gloria harus menerima kekalahan setelah pasangan Zheng/Huang mampu membalikkan keadaan dan menyelesaikan pertandingan dua gim langsung dengan skor akhir 21-13 21-12.

“Tadi kami seperti buntu, (padahal) di awal permainan lumayan. (Kalau) ketemu mereka pasti begitu, awalnya unggul lalu mereka balik unggul dan susah mengejarnya,” ungkap Hafiz.

Sedangkan untuk sektor ganda putra, pasangan Indonesia kembali harus menghadapi wakil Tiongkok. Pasangan unggulan kedua dunia, Ahsan/Hendra berhadapan dengan Li/Liu. Pasangan legend ini dipaksa bermain rubber. Bermain apik di depan net, menyusahkan pertahanan pasangan Ahsan/Hendra. Sehingga di gim pertama kemenangan diambil oleh pasangan Li/Liu dengan skor ketat 22-20.

Kedua pasangan tersebut bermain sangat cepat di lapangan, namun Ahsan/Hendra mampu mengambil kemenangan di gim kedua dengan skor 21-19. Di gim ketiga pasangan Ahsan/Hendra sempat unggul, bola yang terus melebar membuat lawan mendapatkan poin sehingga terjadi kejar mengejar angka dan akhirnya pasangan Li/Liu kali ini dapat revans dengan skor akhir 24-22.

Pasangan ganda putra terakhir yaitu dari Fajar/Rian. Pasangan ini diharapkan yang dapat mengobati sakit hati pecinta bulutangkis Indonesia di Malaysia Masters 2020 untuk dapat lolos ke babak final. Game pertama pasangan Indonesia bermain sangat bagus tidak banyak melakukan kesalahan sehingga dapat menaklukan pasangan legend Korea, Lee/Kim, dengan skor 21-14. Di gim kedua Fajar/Rian sempat tertinggal, namun setelah interval dapat kembali unggul dari lawannya.

Digadang akan menyelesaikan dua gim langsung, ternyata Fajar/Rian banyak melakukan kesalahan sendiri sehingga gim kedua diambil alih oleh Lee/Kim dengan skor tipis 21-19. Gim ketiga menjadi penentuan bagi kedua pasangan, lagi-lagi pasangan Indonesia sering melakukan kesalahan sehingga tidak disia-siakan oleh pasangan Korea dan Fajar/Rian harus mengakui keunggulan lawan dengan kekalahan skor cukup jauh 15-21.

Hasil yang menyakitkan bagi bulutangkis Indonesia di turnamen awal tahun 2020 dengan tidak menyisakan wakil satupun. Seusai turnamen ini, Indonesia akan lebih fokus pada persiapan ajang turnamen super 500 yang diselenggarakan di Indonesia pada bulan ini, 17-24 Januari 2020. Sebagai tuan rumah, tentu pengurus PBSI menginginkan kemenangan di semua sektor dan menaiki podium tertinggi dihadapan para pendukung di Istora Senayan.

Source: Badmintonindonesia.org, bola.net

avatar CMedia Sport

Oleh CMedia Sport

Mencoba membangun hobi ke dalam suatu media olahraga secara independen. Berisi tentang kabar olahraga terupdate dan opini olahraga. Sportifitas merupakan Citra baik Olahraga.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai